body, a, a:hover {cursor: url(http://1.bp.blogspot.com/-EqdSuJ1lQr4/Tsl-wr7TSfI/AAAAAAAAAj4/hBoRlPJy8qM/s300/contoh-cursor.png), progress;
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
RSS

LIKE THIS (◑‿◐)

Say Hello to Riska (◑‿◐)

Analisis Naskah Drama “ Bila Malam Bertambah Malam “


Analisis Naskah Drama “ Bila Malam Bertambah Malam “

1)    Tema
Perjuangan Cinta à Tema didapat setelah membaca cerita menyeluruh naskah drama Bila Malam Bertambah Malam. Ceritanya lebih dikisahkan sebuah perjuangan cinta yang dilakukan oleh Wayan dan Ngurah kepada pujaan hati mereka. Perjuangan cinta Wayan harus menelan pahit sebelum mendapatkan cinta seutuhnya dari Gusti Biang. Sedangkan Ngurah masih harus mengejar dan mencari kekasihnya yang pergi akibat diusir.
2)    Alur
Jenis plot yang digunakan dalam naskah drama “Bila Malam Bertambah Malam” adalah Plot Linear ( maju ) karena cerita bergerak berurutan dari awal sampai akhir. Tahap perkembangan plot tersebut yaitu :
1.      Alur
Alur Maju
Tahapan :
·         Eksposisi dimulai dengan adanya pengenalan latar cerita dan munculnya tokoh Nyoman, Wayan, dan Gusti Biang. Bukti : petunjuk teknis BABAK I
·         Konflik dimulai saat Gusti Biang mengusir Nyoman kemudian Wayan memberitahu Gusti Biang bahwa Nyoman adalah calon tunangan dari Ngurah.
Bukti: dialog 76-78, dialog 200, dialog 209-217.
·         Terjadi komplikasi pada saat Ngurah pulang dari perantauan kemudian menyadari bahwa Nyoman telah diusir oleh ibunya. Kemudian Gusti Biang mencoba untuk menghasut Ngurah agar tidak melamar Nyoman namun Wayan tetap membela Nyoman dengan mengatakan bahwa Nyoman adalah wanita yang baik. Kemudian Gusti Biang mencoba mempengaruhi anaknya lagi untuk membenci Wayan dengan mengatakan bahwa Wayan telah membunuh ayahnya.
Bukti: dialog 257-334
·         Klimaks semakin memuncak ketika pada akhirnya Wayan membongkar rahasia ayah Ngurah bahwa ayahnya bukanlah seorang lelaki sejati, melainkan seorang wandu, jadi Ngurah bukanlah anak dari ayahnya melainkan anak dari Wayan yang sejak dulu mencintai Gusti Biang.
Bukti: dialog 356-415
·         Penyelesaiannya pada saat Gusti Biang mulai menyadari kesalahannya terhadap Nyoman ketika Ngurah datang dan menyadarkan Gusti Biang akan perilakunya yang sudah kelewat batas. Selain itu, Ngurah juga memutuskan untuk mempersunting Nyoman.
Bukti: dialog 421

3)    Tokoh dan Perwatakan
Tokoh
·      Berdasarkan peranannya terhadap jalan cerita
a.    Tokoh Protagonis :
·         Nyoman
·         Wayan
b.    Tokoh Antagonis :
Gusti Biang
c.     Tokoh Tritagonis:
Ratu Ngurah
·      Berdasarkan peranannya dalam lakon serta fungsinya 
a)    Tokoh Sentral
·         Gusti Biang
·         Nyoman  
b)   Tokoh Utama
·         Ratu Ngurah
c)    Tokoh Pembantu
·         Wayan
Perwatakan
·      Gusti Biang :
Cerewet, suka marah-marah : kutipan petunjuk teknis àhal.1 Gusti Biang ngomel terus.
Suka berpikiran negatif : dialog no.9 à Lubangnya terlalu kecil. Benangnya terlalu besar, sekarang ini serba terlampau. Terlampau tua, terlampau gila, terlampau kasar, terlampau begini, terlampau begitu. Sejak kemarin aku tidak berhasil memasukkan benang ini. Sekarang mataku berkunang-kunang. Oh, barangkali toko itu sudah menipu lagi. Atau aku terbalik memegang ujungnya? Wayaaaaan ...
Takut dengan ular : dialog 12-18
Jahat suka mengusir : mengusir Ngurah pada dialog 330 à Tinggalkan aku anak durhaka! Pergilah memeluk kaki perempuan itu! Kau bukan anakku lagi!....
Pamrih : Pada dialog 175, 183, 186 --> Nah, sekarang sebelum kau pergi, kau harus melunasi hutangmu dulu.
·      Wayan
Setia pada Gusti Biang : dialog 422 à Kalau begitu Wayan tidak jadi pergi. Wayan akan menjagamu S

agung Mirah, sampai kita berdua sama-sama mati dan di atas kuburan kita, anak-anak itu berumah tangga dengan baik. Sagung Mirah ..
Khawatir à dalam adegan 1 saat Nyoman akan pergi dari rumah GustiBiang à mau kemana Nyoman? ……..
Baik hati : dialog 113 à Besok sajalah pagi-pagi, bape akan mengantarmu dengan bus. Oh ya, kau belum dapat ijinkan?
Patuh pada Gusti Biang
·      Nyoman
Baik hati, tulus : dialoh 11 à Gusti Biang, ini air daun belimbing, bubur ayam yang sengaja tiyang buatkan untuk Gusti. (Melihat kesulitan Gusti Biang) Mari tiyang tolong.
Sabar dalam merawat Gusti Biang :  dialog 44 à Gusti Biang, pil ini musti ditelan satu persatu. Pakai pisang ambon atau pisang susu, atau air. Pilih mana yang Gusti suka. Tidak pahit rasanya Gusti. Dan dalam tempo seperempat jam, Gusti akan merasa segar. Sesudah itu minum puyer ini, untuk menghilangkan pusing-pusing Gusti.
Sadar akan budi baik orang lain : dialog 40 à Gusti Biang memang orang yang paling baik dan berbudi tinggi. Tidak seperti orang-orang lain, Gusti. Gusti telah menyekolahkan tiyang sampai kelas dua SMP, dan Gusti sudah banyak mengeluarkan biaya.
·      Ngurah
Sangat mencintai Gusti Biang : dialog 267, 269 à Ibu, banyak sekali yang saya pikirkan. ….. Justru karena tiyang memikirkan ibu jadi begini.
Pekerja keras : belajar sambil bekerja pada dialog 262-265 à ….. Kamu jadi kurus hitam, seperti kuli…. Ya, bekerja sambil belajar
Sabar : saat menenagkan Gusti Biang setelah menjelaskan rencana melamar Nyoman, pada dialog 303-315 à Tenang, mari kita bicarakan nanti baik-baik, tiyang sudah lelah. Semuanya nanti kita bicarakan.
Keras kepala : dialog 319 à Tidak, tiyang tidak mau kawin dengan dia.

4)    Dialog/Percakapan
Ragam bahasa dalam dialog tokoh-tokoh di dalam drama merupakan bahasa lisan yang komunikatif dan bukan ragam bahasa tulis. Hali ini disebabkan karena drama adalah potret kenyataan dan drama adalah kenyataan yang diangkat di atas pentas. Dialog yang digunakan dalam drama ini masih menggunakan bahasa daerah (Bali), sekalipun hanya sedikit, tetapi sudah memperjelas kalau drama tersebut berasal dari daerah Bali. Misalnya tiyang, Bape, rente, dsb. Nama-nama tokoh yang ada dalam naskah ini mengunakan nama-nama daerah yang menjadi ciri khas dari daerah Bali.
5)    Setting (tempat, waktu, ruang)
Latar atau setting merupakan tempat, waktu, dan keadaan mendetail kejadian cerita. Latar meliputi tiga dimensi, yaitu: tempat, ruang, dan waktu.
Latar tempat : Di kediaman Gusti Biang
Latar waktu :
·      Pada malam hari à kutipan petunjuk teknis BABAK I
MALAM DI TEMPAT KEDIAMAN GUSTI BIANG. SEBUAH BALE YANG DISEMPURNAKAN UNTUK TEMPAT TINGGAL.
kutipan petunjuk teknis BABAK II
HALAMAN RUMAH MALAM
kutipan petunjuk teknis hal.12
(Gusti Biang mengambil buku itu dan memberi isyarat kepada Wayan agar mengambil kaca mata dan lampu teplok. Wayan segera melakukannya dan mengangkat lampu teplok tinggi-tinggi)
Latar ruang :
·      Bale kediaman Gusti Biang à kutipan petunjuk teknis BABAK I
MALAM DI TEMPAT KEDIAMAN GUSTI BIANG. SEBUAH BALE YANG DISEMPURNAKAN UNTUK TEMPAT TINGGAL.
·      Halaman rumah Gusti Biang à kutipan petunjuk teknis BABAK II
HALAMAN RUMAH MALAM.
·       Tempat tidur Gusti Biang à kutipan petunjuk teknis BABAK III
TEMPAT TIDUR GUSTI BIANG
·       Depan rumah à kutipan petunjuk teknis BABAK IV
DEPAN RUMAH MALAM

6)    Amanat
Amanat yang terkandung dalam drama “ Bila Malam Bertambah malam “ yaitu:
·      Jangan memandang orang lain dari sisi luarnya saja, seseorang yang sederhana dan tidak memiliki kedudukan tinggi/kasta bisa jadi memiliki hati yang baik, tulus, dan ikhlas.
·      Memaksakan kehendak orang tua kepada anak akan membebani dan menyusahkan anak. Orang tua sebaiknya tidak berpikir kolot dan mau mendengar suara dari anaknya.
·      Berpikir positif kepada orang lain dapat membuat hidup menjadi tenang karena terbebas dari rasa iri dan benci.
·      Jangan bersikap sombong atas kedudukan yang dimiliki karena kedudukan tidak bersifat permanen dan dapat hilang/rusak akibat tingkah laku yang buruk.

7)    Petunjuk Teknis
·      Petunjuk teknis yang menunjukkan latar : kutipan setiap peralihan babak
Pada babak I à MALAM DI TEMPAT KEDIAMAN GUSTI BIANG. SEBUAH BALE YANG DISEMPURNAKAN UNTUK TEMPAT TINGGAL.
Pada babak II à HALAMAN RUMAH MALAM. dsb ….
·       Petunjuk teknis yang menunjukkan ekspresi
Pada kutipan petunjuk teknis hal.1 à Gusti Biang ngomel terus.
Pada dialog no.14 à (Terbatuk) dsb …
·       Petunjuk teknis yang menunjukkan keluar-masuknya tokoh
Pada kutipan petunjuk teknis hal.1  àWayan meninggalkan ruangan dan Gusti Biang tetap duduk dan mengambil jarum. Berulang-ulang menggosok mata sambil menggerutu.
Pada dialog no.10 à (Muncul dengan baki di tangannya dan lampu teplok)
Pada hal.28 à (Tanpa menoleh Ngurah meninggalkan tempat)   dsb…


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar

WRITES HERE (◑‿◐)